Kamis, 18 April 2013

D-I-A

kenapa??? yaaa kenapa sampai saat ini aku masih sendiri?? ya aku menunggu seorang pria yang aku inginkan datang dalam hidupku. aku punya jawaban tersendiri mengapa aku menolak untuk dekat dengan pria lain.. mungkin pria itu tidak seperti apa yang aku inginkan.

 tapi aku tidak mengerti aku sedang menunggu pria yang aku ingikan apa aku masih menunggu kamu, seorang pria yang selalu ada dalam fikiranku bahkan masih ada dalam hati ku. aku tak mengerti dengan perasaanku. aku ingin bisa menjalin hubungan yang serius dengan seorang pria. tapi etah mengapa sulit bagiku untuk melakukannya. yaa mungkin sesosok pria itu yang membuat aku seperti ini. 

"siapa sih pria itu??" banyak orang yang bertanya padaku. 

dan dengan mudah aku menjawab. "yaaa dia seorang pria yang aku sayang, yang selalu bikin aku nyaman di dekatnya, yang bisa bikin aku tenang, yang bisa menghapus air mataku jika aku menangis, yang selalu ada buat aku, yang bisa bikin aku jadi diriku sendiri disaat dekat dia,dan sesosok pria yang aku ingin selalu ada di dalam kehidupanku". 

dulu aku sering berandai-andai jika nanti kamu jadi kekasihku, aku jadi satu-satunya perempuan yang kamu sayang, bahagia pasti bisa selalu deket sama kamu. tapi itu hanya andaian semata. yaaaa sekarang?? aku tanpa kamu. aku tidak tau bagaimana kabar kamu sekarang, tidak tau apakah kamu masih sayang aku atau tidak, masih sering memikirkan ku atau tidak. 

pingin rasanya aku dan kamu seperti dulu. yaaa!! seperti dulu!! aku rindu kamu, sosok pria yang aku ingikan, sosok pria yang bisa bikin aku tenang yang dan bisa bikin aku nyaman saat aku di dekatnya. aku rindu kamu tapi apa dayaku. aku hanya bisa menangis jika aku merindukanmu

Jumat, 12 April 2013

thanks for ur love :')

terimakasih buat cinta dan sayang kalian buat gue :') maaf yaa gue suka ga tau diri, gabisa ngatur posisi gue, gabisa dewasa, gabisa atur mood :'( 

tapi kalian harus tau gue sayang sama kalian gatau kenapa yaaa emng setiap gue butuh seseorang yaa muka kalian lah yang ada di depan gue. tapi maaf yaa disaat kalian butuh seseorang gue gada di hadapan kalian..

gue suka iri kalo kalian cerita tp gue ga diceritain emmm mungkin kalian engga percaya sm gue makannya kalian ga cerita sama gue, tp gue gpp kok beneran namanya juga manusia yak haha. tp kalian tau kan gue stalkers handal?? makannya gue suka tau aja tiba2 tapi gue suka nyesek sendiri sih haha. yaa maklum namanya juga manusia u,u 

gue cuma mau bilang sama kalian MAKASIH banyak yaaaa UFI ALFIAN & DIAN APRIYANI. makasih buat semuanyaaaa. gue SAYANG kalian :') MAAFIN gue juga yaaa suka ngeselin hehe :')) 

bentar lagi kita lulus nih, kita pisah deh yaaaa bakalan kangen nih ngebolang bareng, dikasih bunga dan lain2 huuuh pasti kangeeeen bgt :''''(( jangan gantiin gue sama orang lain yaaa pok, pil nanti kalian pasti punya temen tapi plis bgt jgn lupa sm gue :')

 yaaaa intinya sih gue sayang kalian gamau munafik gitu aja :-) makasih yaaa makasih buat hari2nyaa maksih buat bunganya, maksih buat boneka smurfnya, mksh buat buku eiffelnya. :-)) pokoknyaa MAKASIH BANYAK BUAT SEMUANYA ({{{}}}) <3



Senin, 16 April 2012

Dia Bukan Untukku


Awal masuk sekolah pasti ada MOS yaitu Masa Orientasi Siswa. Aku menginjak ke SMA, bersama teman-teman SMP ku dulu aku berkumpul dan membicarakan tentang MOS. “Gadis…,” begitu teman-teman memanggilku. “teman-teman,” kataku menghampiri mereka. “kamu gugus mana?” tanya Via, temanku. “ini aku cari-cari namaku gak ketemu-ketemu,” kataku mengusap keringat yang membasahi wajahku. “ya udah kita cari sama-sama yuk,” ajak Ze, temenku. Kami bertiga mencari namaku yang semenjak tadi tak ketemu-ketemu. “Gadis, sini deh,” kata Ze memanggilku. “ada namaku?” tanyaku penasaran. “ini nih kita satu gugus, Gadis Grittenatha Gladia, Zeazahra Modhyantias, Vialovin Jhuastian,” kata Zea membaca nama kita bertiga. “wah, hebat kau Zea. Dari tadi aku cari-cari gak ketemu,” kataku memuji Zea. “ya udah kita masuk yuk,” ajak Via.


Hari pertama MOS itu sangat membosankan bagiku. Apa lagi harus berpanas-panasan untuk upacara pembukaan MOS. Malas sekali rasanya harus berdiri panas-panasan dan mendengarkan orang berbicara -_- dan selesai juga upacara pembukaan MOS itu. Aku, Zea dan Via menuju kelas kami

Sampai di kelas aku menerima materi awal-awal perkenalan. Kutatap wajah seorang cowok yang berada di seberang mejaku saat itu. Sebelum materi di mulai, absensi siswa MOS saat itu di percepat. Berpasang-pasangan. Dan tak kusangka namaku dipanggil dan cowok yang berada di sampingku tadi juga maju dan ternyata dia bernama Arezaldhi Bira. Setelah tanda tangan kehadiran, kami kembali ke tempat duduk semula.

Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Via, dan Zea menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.

MOS sudah berjalan tiga hari. Hari ini adalah hari terakhir MOS. Dengan aturan hari ini, aku memakai kaos kaki berbeda warna, dengan rambut yang di kucir sangat banyak seperti orang gila. Semua murid MOS mengikuti upacara penutupan MOS. Hari yang panas. Terasa seperti di panggang. Dan selesai juga penutupan MOS ini hal yang ku tunggu dari tadi capek sekali rasanya aku harus berdiri panas-panasan. Dan semua Peserta MOS berhambur pergi dari lapangan dan pulang kerumahnya masing-masing begitu juga Aku, Via dan Zea


*ke esokan harinya


Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah. Bisa bertemu banyak teman baru. Mereka semua baik kepadaku. Saat aku berkenalan dengan salah satu temanku yang bernama Algea Radista, mataku teralihkan oleh satu sosok yang mungkin pernah aku kenal. Saat ku tatap pekat wajahnya ternyata dialah Arezaldhi Birasanjaya. “Dia kan,” gumamku dalam hati. “halo?Kenapa melongo gitu Dis?” tanya Gea sambil melambai-lambaikan tanganya di depan wajahku. “emm,” aku tersentak olehnya. “kenapa?” tanya Gea penasaran. “oh, ga… gak pa… papa,” kataku gagap. Gea memandangiku dengan wajah bingung. Seperti otaknya penuh dengan tanda tanya. “Gadis…,” sapa Zea dan Via. “ehh kalian,” kataku memandang Via dan Zea. Via dan Zea tersenyum manis kepada Gea. “ini Gea,” kataku memperkenalkan. “aku Via,” kata Via memperkenalkan dirinya. “aku Zea,” kata Zea juga memperkenalkan dirinya. “so beautiful,” kata Via memuji kecantikan Gea. “thank you very much,” kata Gea menjawab pujian Via dengan malu.


Aku, Via, Zea, dan Gea sudah berteman sangat lama. Sudah lima bulan aku masuk di kelas 10-1. Bersama-sama dengan ketiga sahabatku itu. Tiba-tiba perbincanganku tersentak oleh sosok cowok yang memasuki kelasku. Dia…… Dia…… “Dis, kenapa melongo?” gertak Ze. “eemm, eh, eng… enggak papa,” kataku gugup. “kenapa sih?” tanya Gea. “iya, pelit banget gak mau ngasih tau,” tanya Via semakin mendesak. Mereka bertiga melihatku memandangi Arezaldhi sejak tadi. “oo, itu toh yang buat kamu melongo,” ucap Gea menggentakkan jantungku. “siapa, mana?” kataku bertanya-tanya dengan ragu. “itu tuh,” kata Gea menyenggol lenganku dan melirik Arezaldhi. “apaan?”. “sok gak tau nih,” gertak Gea lagi. Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Sosok cowok itu pun pergi meninggalkan kelasku. “siapa emangnya?” tanya Via dan Ze bersamaan. “Arezaldhi,” kata Gea. “kamu suka ya Dis?” tanya Ze ingin tau. “sok tau kamu Ge,” kataku. “uhuui, jatoh ciinta lagi,” ledek Ze. “apaan sih kalian?” kataku meninggalkan mereka bertiga yang semakin meledekku.


Suatu hari acara ulang tahun sekolahku. Setiap kelas harus menampilkan minimal satu pementasan. Semua teman kelasku memilihku untuk menyanyi solo. Tapi aku seorang remaja yang demam panggung. Dan aku pun ditemani oleh Gea yang suaranya lumayan bagus walaupun nggak sebagus suaraku… hehehe . Malam ulang tahun itu tiba yang memang bertepatan dengan hari ulang tahunku. “grogi aku Ge,” kataku sambil gemeteran. “enjoy saja Dis,” kata Gea memberiku semangat. “aku bener-bener demam panggung,” kataku dengan keringat dingin. “nanti ada Reza kan yang ngeliat?” ejek Gea. “jadi nama panggilanya Reza,” kataku sedikit tersenyum. “iya.” Hari yang membuatku di selimuti oleh kegerogian yang luar biasa. Karena aku dan Gea akan mewakili kelasku untuk memberikan penampilan yang terbaik.


Acara itu pun dimulai. Dimulai dari kelas 12 lalu dilanjutkan kelas 11 lalu menuju kelas 10. Penampilan yang begitu spektakuler telah ditampilkan dengan penuh semangat. Beribu-ribu tepuk tangan mengiri suasana tersebut. Tiba giliran kelas 10-1 yang menampilkan aktrasinya. Jantungku semakin berdebar dengan kencang. Keringat bercucuran ke seluruh badan. Dengan genggaman erat tangan Gea aku dengan gugupnya menaiki panggung dan mengecek mikrofon. Tepuk tangan pun mulai terdengar. Seolah aku tak bisa membayangkan diriku nanti. Dentuman musik R&B mulai terdengar. Dalam hitungan detik syair lagu akan mulai dinyanyikan. Gea dengan semangat dan PD-nya menari-nari happy, sedangkan aku … ????


Keringat bercucuran dari tubuhku. Keringat dingin menyelimuti seluruh tubuhku. Dengan perasaan yang tak karuan aku mulai melantunkan lagu kesukaanku itu. Siswa-siswa bertepuk tangan lama kelamaan aku merasa semakin enjoy. Saat aku menyanyi, aku melihat Reza tersenyum kepadaku. Aku membalas senyumanya yang tak kalah manis hehe . Lagu itu pun usai ku nyanyikan. Pertunjukan kurang dua kelas lagi. Ada yang dans, drama, nyanyi, pelawak, sampai dengan band.


Hari itu hari yang menyenangkan bagiku. Melihat ia tersenyum kepadaku membuatku semakin bersemangat. “Gadis,” sapa Ze. “Eh, Ze. Yang lain kemana?” kataku balik tanya. “tuh,” kata Ze menunjuk Via dan Gea. Via dan Gea melambaikan tanganya kepadaku dan Ze. Tiba-tiba Ze menarik tanganku meninggalkan tempat itu. “Gadis, Ze. Mau kemana?” tanya Gea. “bentar aja,” teriak Ze dari kejauhan. Gea mengajakku ke tempat yang sepi, dan Ze tampak serius memandangku. “apa kamu bener suka Reza?” tanya Zea menatap kedua mataku. Aku tidak tau harus berkata apa. Semua kebingunan merasuki otakku. Aku terdiam mematung. “iya,” kataku lirih.

“aku punya informasi tentang si Reza itu,” ungkap Zea. “info apa?” tanyaku kebingungan. “dia sudah mempunyai pacar,” kata Ze berbisik kepadaku. “kamu tau dari siapa?” tanyaku sedih. “kamu tau Viona Adelima kan?” kata Zea menguatkan. “ya.” “dialah pacarnya,” kata Zea. Aku sedikit ragu dan meneteskan air mata. “kenapa aku mencintai orang yang salah selama ini?” kataku menambah tangisanku. Isak tangisku terdengar oleh Via dan Gea. “kenapa dia?” tanya Vhe dan Gea. “kamu tidak salah mencintai dia tetapi kamu hanya belum beruntung mendapatkanya,” hibur Ze. Zea berbisik kepada Gea dan Via atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “iya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Via memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh ketiga sahabatku itu dengan penuh keikhlasan dan aku tau dia bukanlah untukku.

Jumat, 13 April 2012

SMURF






lucu bgt yaaaaaa mereka aaaaaaa pingin bgt punya boneka mereka semua u,u pingin dikamar gue barang-barang yang berbau smurf pasti lucu deeewhh ahihihi :$$$









berharap bgt punya barang-barang itu semua aaaaaaaaaaaa pasti lucu dehhh :DDD

Saturday April 13 2012

Hari ini sesuatu bgt hahahaha bisa ngakak bareng sama temen-temen ketawain orang yang aneh-aneh ngakak ga jelas bikin temen galau daaaan banyak!! pokoknya harri ini seru bgt daan makasih YaAllah buat hari ini novinya masih bisa ketawa bisa nikmatin indahnya kehidupan:') kita sempet foto-foto jugaa mau liat? ini dia cekidooot!!
















 

lihaaaat betapa cacadnya kitaa hahahaha mukanya pada sram semua hahahahaha tapi seruu bgt loooch u,u 

miss this moment !!!!

THANKS FOR TODAY! UFI TAMI DIAN ICHA DWI ({})